Independensi Dalam Investasi Dan Bisnis

Independensi secara umum bisa berarti kebebasan, kemandirian, kemerdekaan, dll.

Hubungan kata independensi dengan investasi dan bisnis dalam artikel ini kita batasi pada kemandirian atau ketidakber(ter)gantungan.

Manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak mungkin hidup tanpa bantuan orang lain. Tapi manusia juga adalah makhluk pribadi yang dalam kondisi tertentu perlu memegang kendali dan mendapatkan hak privasinya. Supaya keduanya tercapai tetap mandiri tapi tidak kehilangan hubungan sosial maka intinya menyeimbangkan keduanya secara proporsional.

Begitu pula dalam hal kehidupan bernegara kita ini. Setelah sekian puluh tahun merdeka dari penjajahan ‘terang-terangan’, situasinya sudah sangat kondusif untuk menata sendiri kehidupan kita, berdiri di atas kaki sendiri bebas tanpa rantai. Tapi apakah benar bahwa kita telah bebas berdaulat atau ada ikatan virtual yang tidak terasa? Ibarat quote dari anonim ada seekor cicak yang telah berhasil melepaskan diri tapi ekornya tertangkap. Alhasil hanya bisa meliuk2 di tempat.

Kita ambil contoh masalah ekonomi yang bisa dikatakan penggerak ‘kehidupan’, dalam hal investasi dan bisnis. Apakah kita sudah menjadi bangsa yang mandiri? Jika belum, apa penyebabnya. Negara kita kaya, saking kayanya, gara2 rempah pala aja negara lain bela2in ingin juga menikmati secara ilegal.

Realita yang terjadi di negara kita adalah investasi dan bisnisnya digerakkan oleh dana luar yang masuk dan keluar tergantung keinginan yang punya dana. Akibatnya guncangan ekonomi menjadi lebih sulit kita kendalikan. Padahal salah satu syarat wajib untuk mandiri, merdeka dan berdaulat adalah kendali ada di tangan kita, tentu pelaksanaannya tetap dibarengi tanggung jawab dan prinsip keadilan.

Jadi bagaimana melepaskan diri dari pendiktean dari luar? Sebagai masyarakat kecil mungkin butuh waktu yang lebih lama jika harus menghadang langsung ‘asing’ dan berbenturan dgn kebijakan2 pemerintah. Yang bisa dilakukan mungkin terlihat tidak signifikan mempengaruhi ekonomi, tapi kalau kata Aa gym mulai saja dgn 3M.

Apa tuh contohnya?
Ya mungkin mengurangi konsumsi produk yang bahan bakunya impor. Dan usahakan juga kalau membeli makanan atau minuman porsi ke waralaba asing dikurangi. Tapi bagi produsen dan pengusaha lokal juga harus meningkatkan kualitas karena biasanya yang menjadi alasan, produk impor lebih bagus dan murah. Dan ini faktanya memang. Selain itu tetap selalu meningkatkan kreativitas misalnya dalam mencari bahan baku pengganti impor, sehingga secara bertahap bahan impor bisa ditinggalkan. Ekonomi yang sehat seharusnya tumbuh dari produksi domestik.

Kecuali bahan atau barang impor tsb memang lebih memenuhi standar keamanan, yang mungkin lebih efektif dan efisien dibanding lokal. Cth mungkin lebih aman memakai ponsel luar dibanding seandainya ada produksi lokal he3.

Jadi intinya bukan juga mandiri yang terisolasi dunia luar, tapi sebaiknya yang menjadi kebutuhan pokok dan negara kita sebenarnya sanggup untuk memberdayakan potensi lokalnya maka utamakanlah lokal. Kalau pinjam pareto ya 80% lokal 20% impor.

@@##
@@##
@@##
@@##
@@##

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: