(Tidak Semua) Produk Cocok Bersistem MLM

Salah satu yang (harus) dilakukan perusahaan MLM untuk bertahan jangka panjang adalah menentukan produk yang ‘tepat’. Produk apa sebenarnya yang cocok dipasarkan dengan sistem MLM? Apakah semua jenis produk tepat menggunakan sistem pemasaran ini?

Seperti yang telah diketahui bahwa sistem MLM adalah pemasaran yang menggabungkan unsur bisnis dan sosial. Kedua unsur ini dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kehidupannya. Karena manusia secara kodrati adalah makhluk ‘berjejaring’ (baca: sosial) dan ‘pamrih’ (baca: bisnis).

Karena dalam bisnis unsur risiko tidak mungkin dihilangkan, maka minimal dikurangi dengan pengalihan risiko. Dalam bisnis konvensional, produsen mengurangi risiko keterlibatan langsung salah satunya dengan memperbanyak distributor sementara seorang distributor ( dalam MLM adalah member ) mencoba mengurangi risiko salah satunya dengan negosiasi meminta pembayaran mundur. Analogi rangkaian listrik pada hubungan produsen /perusahaan dengan distributornya adalah rangkaian atau jalinan paralel. Mitra sejajar.

Sedangkan dalam MLM, sistemnya membuat distributornya (langsung atau tidak langsung) yang menerima pembayaran mundur. Analoginya rangkaian seri. Maka sebagai kompensasi, perusahaan ‘menjanjikan’ komisi, bonus (harus besar) yang ‘bisa menebus’ penundaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan ‘pamrih’ yang alami ada pada diri manusia. Di sinilah letak perbedaan yang membuka celah ‘money game’ nya.

Karena adanya ‘keterbalikan sistem mundur’ ini, maka hanya produk berkarakter tertentu yang bisa menjembatani kepentingan pihak perusahaan dengan distributornya, sehingga tidak menimbulkan kapitalisme terselubung.

Bisnis, intinya adalah penjualan, maka untuk tetap bertahan tapi tetap berkompromi dengan ‘ke-kontroversial-an ini, produk atau jasa yang bersistem MLM harus memenuhi sifat-sifat :

  • Wajib
  • Produk atau jasa ini wajib karena ada produk atau jasa lain yang tidak fungsional ‘tanpa kehadirannya’ .

  • Pemakaian Berulang
  • Tidak Temporer
  • Kebutuhan akan produk ini tidak mengenal musim, tidak berkarakter murni obat, dsj.

  • Produk ‘sekali bikin’ dengan biaya produksi relatif murah tapi dapat dijual berkali-kali
  • Belum (terlalu banyak) dipasarkan secara konvensional apalagi sesama MLM, tingkat kebutuhan lumayan, harga tidak eksklusif
  • Tentu saja tidak sesimple hanya membenahi dari sisi produk saja untuk menjaga kelangsungan perusahaan. Hal lain adalah sistem/skema bonus yang telah diulas pada tulisan sebelumnya. Tapi on top of all adalah niat baik perusahaan itu sendiri.

    Ada yang mau menambahkan lagi?

    Tagged: , ,

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: