Rahasia ‘Hedging’

Rahasia ‘Hedging’

Mungkin kata hedging ini sering kita ucapkan jika menyangkut masalah bisnis dan investasi.

Hedging sendiri secara ‘kamus’ berarti memagari. Sebagaimana fungsi pagar, maka dengan hedging ini diharapkan ada fungsi perlindungan.

Telah kita pahami bahwa dalam bisnis dan investasi selalu ada ketidakpastian yang tidak terukur. Resiko akan selalu ada. Maka untuk meminimalkannya diperlukan instrumen antisipasi. Dalam bahasa sehari-hari melindungi usaha kita agar tidak mengalami kerugian. Singkatnya, ‘lindung nilai’.

Bisnis dan investasi berkaitan erat dengan ekonomi yang berarti tidak terlepas dari pengaruh inflasi, selisih kurs, kebijakan ekonomi,dsb. Hal-hal inilah yang membuat bisnis dan investasi kita memerlukan ‘pagar’ dan ‘payung’, bingkai yang membatasi pengaruh luar tsb.

Untuk lebih mudahnya, kita ambil contoh orang tua dan anaknya. Karena anak adalah ‘hasil usaha’ dan investasi dunia akhirat, maka orang tua pasti akan melindungi anaknya –agar dapat tumbuh dan berkembang –, baik secara nyata (memenuhi kebutuhan jasmani) maupun abstrak (pelajaran hidup bagi rohani berupa nasehat, aturan, kebijakan,dll).

Demikian pula dalam bisnis dan investasi. Karena’ jual-beli’ ini terjalin dari aturan dan ‘kesepakatan-kesepakatan bersama, maka untuk lebih menjamin kelanggengan hubungan yang saling menguntungkan baik dalam keadaan suka maupun duka akan diperlukan ‘kesepakatan-kesepakatan’ yang bersifat melindungi jangka panjang (abstrak) semua pihak jika terjadi resiko ‘hubungan jual-beli’. Dalam istilah pakar dan praktisi kita kenal sebagai skema hedging atau pengalihan resiko.

Karena sifatnya yang abstrak, maka hedging ini bisa jadi baik bagi satu pihak atau sebaliknya. Diperlukan skema yang ‘ seimbang’.

Jadi mana rahasianya? Ok, sekali lagi karena penulis bukan pakar ekonomi maka tulisan ini hanya merangkum saja. Berikut antara lain (kurang lebihnya) bingkai yang dapat menjadi pedoman memberi fungsi hedging atau lindung nilai bisnis dan investasi kita:

1. Karena hubungan dalam bisnis dan investasi itu adalah hubungan kesepakatan dalam sebuah kontrak/perjanjian, maka untuk fungsi hedging nya juga berupa klausul dalam kontrak. Jadi rahasia pertamanya perkuat klausul yang mengarah pada hak, misalnya ada klausul yang membolehkan peninjauan kembali, kayak PK di MA he3x.

2. Untuk manajemen resiko yang timbulnya belakangan ini alias tidak pasti, usahakan klausul kontrak berjangka. Jadi kendali harga tetap di tangan kita, batasi waktunya. Jika kita bukan penentu harga milik kita maka siap-siap menjadi ‘gudang berjalan’ orang lain.

3. Jika masalahnya berkaitan langsung dengan resiko selisih kurs, bisa dengan klausul mengenai penentuan harga untuk waktu yang akan datang dengan harga yang diperkirakan berada pada posisi ‘meskipun tidak terlalu menguntungkan tapi tidak merugikan’ (begitu kira-kira kalau dibahasakan. Inti klausul ini telur di tangan hari ini lebih baik dari ayam esok hari.

Tapi khan kita bisa menentukan harga yang lebih tinggi lagi?! Tentu saja, tapi apakah partner bisnismu menerima begitu saja? Jadi jangan serakah. Bagi-bagi keuntungan juga resikonya.

Kesimpulannya hedging atau lindung nilai itu selain yang berbentuk ‘kasat mata’, maka bisa juga berbentuk klausul-klausul dalam kontrak, tergantung bagaimana negosiasinya.

Jadi rahasianya ada pada kemampuan negosiasi untuk membuat sistem lindung nilai.
Kewajiban kita menjadi lindung nilai bagi pihak lain, dan hak kita adalah lindung nilai kita.

@#@#@#
@#@#@#@
@#@##
@#@#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: