(Emas-Part 5) Ketika Pak Soros Say “Gudbay”

Pada artikel part 2,yaitu Emas Tidak Cocok Untuk Investasi (?), disebutkan mengenai dua bentuk aset emas yaitu emas fisik dan emas virtual.

Berbicara ttg investor, investasi emas, dan semacamnya, kemungkinan yang terlintas juga di benak adalah George Soros.

Mengenai siapa Soros sudah pada tau khan, tapi mengenai portofolio investasi Soros apa saja, berapa porsinya, hanya Tuhan dan Soros yang tau persisnya he3. Masyarakat Indonesia taunya dari pernyataan Soros atau dari manajemen perusahaan sekuritasnya saja. Yah kita anggap saja begitulah adanya.

Sepanjang kurun waktu boomingnya kalimat ‘investasi emas’, maka booming juga ‘investor’ yang terjatuh dalam investasi bodong’.

Selama ini yang terjadi begitu ‘sakti’ analisa Soros ini dan bahkan sangking hebatnya, hanya dengan mengandalkan
‘sensasi2’ pada tubuhnya, dia langsung dapat memutuskan berinvestasi (spekulasi?) atau tidak.

Maka jadilah semua sepak terjangnya begitu diperhitungkan. Contohnya analisa ttg emas. Bagi yang awam (mungkin) yang terbayang adalah emas fisik yang menjadi aset dasar investasinya. Padahal Soros dan perusahaannya tidak ‘nyemplung’ langsung ke emas fisik. Kalau berdasarkan pernyataan dan berita publikasinya, Soros ‘mainnya’ di emas virtual (paper gold, kontrak berjangka, dan what you name it lah)

Alhasil dalam menerapkan proses mengamati dan meniru kadang sudah tidak lagi mencari ‘kunci’nya.

Karena penulis bukan pakar, jadi sangat mungkin sekali ‘salah’ menyimpulkan, tapi ada beberapa hal yang ‘teramati’ (tidak sengaja) dari booming ‘investasi emas’ ini,

Berikut sharingnya, hasil merangkum sana-sini maka dapatlah perbedaan sifat dari emas fisik dibanding emas virtual :

1. Karena emas fisik membutuhkan tempat (ada fisiknya he3 ya iyalah ya), maka selain biaya penyimpanan juga memerlukan waktu yang lebih untuk merealisasikannya baik dari segi membeli apalagi jika akan menjualnya. Dari hal ini, maka lebih sesuai bagi yang konservatif moderat tapi punya nyali ‘sedikit’ berspekulasi (mungkin–menurut penulis). Imbal hasil relatif kecil, kecuali yang ‘beruntung’. Tapi secara umum sifatnya low risk low gain.

2. Jika punya ‘modal besar’, ditambah nyali besar, maka lebih cocok yang tidak memegang fisik/emas virtual.Potensi keuntungan lebih besar dan sangat sesuai dgn sifat spekulatif ketidakpastian terhadap waktu, karena tinggal pencet-pencet tombol.

3. Karena emas virtual adalah produk bursa maka modal yang harus disiapkan lebih besar dibanding harganya sendiri dan hasil juga besar. High risk high gain. Sementara emas fisik modal pembeliannya sesuai dengan harganya.

Jadi kayaknya kalau ada yang menjanjikan imbal investasi yang besar dengan terlebih dulu menanamkan dana yang lebih besar dibanding harga dari aset dasarnya (pinjam istilah pakar underlying asset), maka kemungkinan terjadi ‘blasteran’ yang tidak cocok.

Contoh kasus ajakan investasi dengan aset dasar emas fisik/emas batangan, tapi menyetor modal yang lebih besar dan tanpa pegang fisik dan perbandingan imbal hasil yang sangat besar terhadap aset dasarnya, maka besar kemungkinannya bodong. Sifat investasinya lebih ke high risk high gain, tapi aset dasar produknya low gain low risk. Sudah tidak ‘matching’ sejak awal.

4. Dalam memilih emas sbg dasar investasi maka (sebaiknya) tentukan fokus ke emas fisik atau ke emas virtual.

5. Karena adanya bentuk fisik dan bentuk virtual, mengakibatkan pengelolaan yang berbeda. Untuk emas fisik sebaiknya dikelola sendiri

6. Pengelolaan yg paling mendasar yang tidak memiliki acuan yang ‘tepat’ mungkin yang berkaitan dengan harga barang komoditi emas ini. Yang terjadi selama ini menilai harga emas fisik berdasarkan gonjang ganjing emas virtual. Meskipun secara tidak langsung memang ada. Soros ini yang ‘mengharubirumerahkan’ perasaan investor dan calon investor.

Andaikan Soros diminta pertanggungjawabannya, mungkin cuma say gudbay dan ‘masalah lo derita lo x’.

Jadi cermatlah sebelum berinvestasi, karena dalam berinvestasi terkadang posisi kita
bisa jadi sebagai pembeli atau penjual/pedagang, yang berakibat pada perolehan yang berbeda.

Baca Juga :

20121231-202102.jpg
  • (Emas – Part 1) Benarkah Emas ItuZero Inflasi?
  • (Emas – Part 2) Emas Tidak Cocok Untuk Investasi (?)
  • (Emas – Part 3) “Template” Kisah Kambing Dan Dinar
  • (Emas – Part 4) Terlanjur Kecebur
  • @@##
    @@##
    @@##
    @@##
    @@##

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: