Bisnis MLM vs Bisnis Konvensional

Adanya perbedaan sistem/skema pada bisnis melahirkan kelebihan dan kekurangan. Setelah pada tulisan-tulisan sebelumnya mengupas MLM dari sisi sistem yang bagaimanakah yang ‘baik’ dalam MLM, produk yang tepat dipasarkan dengan sistem MLM, dll, maka sekarang kita liat kekuatan dan kelemahan MLM dibanding pemasaran biasa terhadap perusahaan dan distributornya, sbb: (asumsi kedua bisnis memenuhi persyaratan tata kelola yang tepat, baik dan sehat)

Bisnis sistem MLM

  • Bagi perusahaan, sistem ini bisa mengurangi cost di beberapa bagian sehingga memberikan keuntungan yang signifikan, yang pada akhirnya (bisa)(di)kembali(kan)pada seluruh jaringan. Karena hubungan ‘seri’ sistemnya, maka potensial keuntungan perusahaan ‘mengalir’ ke seluruh stake holder.
  • Perusahaan dapat mengalami pertumbuhan dan perluasan jangkauan dengan cepat (dengan membuat pembatasan ‘tertentu’)
  • Harga produk tetap dan terkendali.
  • Meskipun permintaan sangat tinggi tapi harga produk ditingkat konsumen relatif stabil.

  • Kendali/sistem lebih terpusat pada perusahaan, sehingga distributor cenderung tidak memiliki ‘daya tawar’
  • Memerlukan modal awal bagi distributor
  • Titik berat risiko relatif lebih besar pada distributor
  • Bisnis Konvensional

  • Bagi perusahaan, cost promosi, sdm, dll relatif lebih besar
  • Karena hubungan paralel, maka keuntungan dan kerugian tergantung kinerja masing-masing
  • Produsen dan distributor memiliki keterlibatan dan tanggung jawab besar pada bisnis masing-masing
  • Harga produk dipengaruhi supply and demand
  • Karena hubungan keduanya adalah mitra sejajar maka masing-masing memiliki daya tawar
  • Bisa dimulai dengan relatif tanpa modal
  • Titik berat risiko pada masing-masing
  • Khusus bisnis MLM, karena terikat jaringan, maka sebaiknya diperhitungkan berapa kemampuan optimal seorang upline dalam melakukan pembinaan jaringan. Karena jika ada titik yang ‘kurang mengalir’ akan mempengaruhi jaringannya. Selanjutnya evaluasi berkala dilakukan untuk mendapatkan peta perbandingan distributor dan konsumen (yang sebenarnya) di daerah setempat. Jadi mekanisme pasar tetap dapat berjalan.

    Tagged: , , ,

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: