Memilih Reksadana Yang Paling Tepat dan Mudah Untuk Pemula

Tulisan ini masih didedikasikan untuk investor reksadana pemula. Tapi keputusan tetap kembali pada masing-masing investor.

Setelah membangun mindset dan memposisikan diri pada tingkat pemula moderat maka langkah selanjutnya adalah memilih jenis reksadananya.

Secara berkala para Manajer Investasi akan menerbitkan reksadana baru dengan racikan portofolio yang tentunya semakin di(usahakan)sempurna. Ada jenis reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, pasar uang, terproteksi, dll, berdasarkan komposisi aset dasar masing-masing.

Strategi yang digunakan oleh Manajer Investasi secara garis besar ada dua yaitu strategi aktif dan strategi pasif. Kedua strategi ini sama-sama efektif untuk kondisi tertentu. Strategi yang dipilih inilah yang membedakan kualitas Manajer Investasi. Tapi karena strategi ini adalah kebijakan Manajer Investasi, maka Investor cenderung tidak dapat melakukan intervensi (baca: menu racikan yang siap saji). Berarti dalam hal ini Investorlah yang harus aktif (baca: belajar) mencari titik kompromi antara return dan risk sehingga imbal hasil investasinya maksimal dan pada akhirnya dapat menentukan sendiri jenis reksadana yang paling sesuai untuknya.

Strategi aktif mengacu pada keaktifan Manajer Investasi melakukan transaksi. Benar-benar real time mengikuti fluktuasi harga sampai akhirnya menemukan market timing yang tepat untuk mendapatkan capital gain dari setiap peluang yang ada, konsekuensinya jumlah transaksi cenderung lebih banyak yang bisa juga berimbas pada biaya lain. Strategi pasif biasanya hanya melakukan pembelian dan menunggu saat yang dianggap tepat untuk memperoleh capital gain.

Jadi bagaimana cara termudah menetapkan pilihan dari sekian banyak Manajer Investasi dengan strategi dan produk reksadana yang telah diraciknya sehingga sesuai dengan profil awal pijakan kita di titik moderat tersebut?

Secara umum ada dua jenis karakter Investor yaitu murni Investor (sangat cocok bagi yang impian jangka panjangnya memiliki perusahaan yang sahamnya dikoleksi) dan yang berjiwa trader (cocok bagi yang tidak ingin melewatkan semua peluang yang ada ).Karakter ini mempengaruhi keputusan investasi kita. Sedangkan bagi seorang pemula tentu masih sangat banyak hal yang belum ‘terlihat’. Masih ada kebingungan, alias masih mencari jati diri🙂. Nah karena diasumsikan dari awal kita telah memposisikan diri pada profil moderat maka kebingungan ini sedikit lebih mudah teratasi karena di dalamnya terkandung fleksibilitas. Masih ingat ya analogi —pengaturan sistem keamanan saat pertama kali kita ingin berinternet— pada tulisan Strategi Memilih Reksadana sebelumnya.

Untuk profil moderat yang biasanya menginginkan return yang lumayan (mengacu ke saham) tapi dengan risiko terukur (mengacu ke pendapatan tetap) maka Manajer Investasi menawarkan racikan Reksadana Campuran. Karena karakteristiknya yang ‘campuran’ maka cenderung lebih mudah terjadi pengalihan yang dalam hal ini berarti menata ulang portofolio reksadana oleh Manajer Investasi (biasanya yang berstrategi aktif) yang akan disesuaikan dengan kondisi pasar yang fluktuatif.

Catatan: pengalihan reksadana (secara prakteknya) bisa atas inisiatif Manajer Investasi (baca: realokasi portofolio) maupun dari Investor (baca: switching). Kalau dari Investor akan dikenakan biaya switching karena melibatkan lebih dari satu jenis reksadana.

Dalam kondisi yang sangat fluktuatif seperti sekarang ini, dengan hanya memilih satu reksadana campuran, maka return dan risk nya kurang lebih mengimbangi jika memilih reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap atau pasar uang sekaligus.

Perpaduan karakteristik pasar dan psikologi investor pemula dapat ter’akomodir’ oleh jenis reksadana ini, dan dapat diterapkan pada investor berkarakter apapun dan bertipe profil risiko apapun dengan kekuatan dana berapapun🙂. Kemudian secara bertahap bisa ditingkatkan ke produk reksadana saham atau mengoleksi keduanya.

Setelah menetapkan jenis reksadananya, maka berikutnya memilih Manajer Investasinya. Pada tulisan sebelumnya ada tips mengenali Manajer Investasi. Selanjutnya mulailah membuka rekening reksadana di bank kustodian yang telah ditentukan.

Baca Juga :

20121231-202102.jpg
  • Strategi Jitu Memilih Reksadana
  • Kunci Rahasia Reksadana
  • Tagged: ,

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: