(Emas-Part 3) “Template” Kisah Kambing Dan Dinar

Untuk menerapkan sesuatu yang serupa biasanya kita melakukan pengamatan menyeluruh agarĀ  tahu hal-hal inti dari sesuatu tersebut, sehingga bisa juga kita gunakan dalam kehidupan kita meskipun ada bagian detil2 tertentu yang berbeda.

Karena emas masih ‘hot’, maka artikelnya masih lanjut he3. Dalam kurun lebih kurang 10 tahun belakangan ini, sangat booming investasi emas, terutama batangan (bersertifikat) yang menurut beberapa pihak tdk dikenai ongkos cetak dan berlaku ‘luas’ sehingga paling mungkin memberikan hasil investasi tertinggi dibanding fisik emas lainnya. Hal ini diperkuat dengan mengambil pelajaran kisah dari sebuah hadis bukhari-muslim, yang kurang lebihnya: ada seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Urwah yangĀ  diberi 1(satu dinar) dan ditugasi membeli kambing. Maka berangkatlah Urwah yang akhirnya pulang dengan membawa dua ekor kambing. Di tengah perjalanan, bertemu seseorang yang juga mau membeli kambing. Maka terjadilah jual beli yang hasil akhirnya bagi Urwah adalah 1 dinar + 1 kambingnya yg sebelum jual beli yang kedua. Setelah tiba di tempat Nabi SAW, Urwah pun didoakan beliau atas perniagaan itu. Hadis lengkapnya silakan di gugel ya..

Mari kita mencoba mengambil kunci-kunci penting Hadits kisah tsb di atas, a.l:

1. Tersurat dan tersirat bhw emas pada jaman Nabi SAW itu dalam bentuk alat tukar resmi dinar, karena pembeli kambing Urwah pun menukar kambing dgn dinarnya. Berarti kunci pertama yang harus ditemplate adalah sebagai alat tukar /mata uang resmi pemerintah

2. 1 dinar bisa sama dengan dua kambing atau satu kambing. Dari kisah di atas, kemungkinan karena Urwah membeli ke jalur distribusi pendek, sedangkan yg mendapat satu kambing membeli pada orang yang juga membeli,jadi wajar perolehan berbeda. Tapi jual beli ini semacamnya sah dan cerdas shg mendapat doa dari Rasul SAW.
Kunci yang bisa diduplikasi dalam jual beli ini adalah (mungkin) ada ketentuan (range) semacam ‘harga eceran tertinggi dan terendah’ sehingga tetap memperhatikan misalnya jauh dekat jalur distribusinya. Jadi tidak hanya satu harga, baik itu bagi pembeli dan penjual(baik sebagai penjual awal dan atau pembeli buy back). Regulasi yang berpihak pada keuntungan kedua pihak.

Jadi untuk memberlakukan emas sebagai investasi yang bisa melindungi nilai maka kunci pintu masuknya harus jadi mata uang dulu. Baru kemudian produk emas yang lainnya bisa membentuk mata rantai bisnis dan investasi emas yang cocok bahkan bagi yang awam sekalipun. Karena memang emas ini sudah dijamin oleh Al Quran dan Al Hadits, dgn syarat dan ketentuan tertentušŸ™‚.

Yah pinjam kalimat Ustad YM mari beli ulang Indonesia, di antaranya tambang emasnya jadi bisa berbisnis emas yang lebih dahsyat dari sekedar investasi emas. Ya kan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: