Tips Berinvestasi Sesuai Tipe Pasar

Tips Berinvestasi Sesuai Tipe Pasar

Dalam berinvestasi posisi awal kita adalah sebagaiĀ  pembeli sedangkan untuk menikmati hasil nyata investasi kita maka saat itu posisi kita sebagai penjual.

Maka sebelum berinvestasi dan memperkirakan prospek dan hasilnya maka posisikan diri kita sebagai penjual. Siapa target pasar dan seberapa luas pasar tersebut. Kenali tipe pasar yang akan kita masuki.

Seiring perkembangan jaman, sekarang kita tidak hanya mengenal pasar fisik/nyata/offline, pasar non fisik pun terbentuk dan sangat simple praktis.

Untuk pasar fisik, pastinya kita memegang fisik sebagai aset dasarnya. Contoh ingin berinvestasi atau belanja aset dasar emas batangan maka sangat jelas dimana pasarnya, dan karenanya maka bisa dilakukan sendiri. Sifat low risk low gain.

Pasar fisik ini lebih ke arah perdagangan konvensional.

Sedangkan pasar non fisik wujud dan keberadaan pasarnya tidak nyata/fiktif, maka tipe pasar inilah yang sangat harus dipahami sebelum menyelam ke dalamnya.

Ada dua jenis pasar yang menerapkan karakter tipe pasar non fisik ini :

Pasar yang dikenal dengan istilah bursa

Hal yang diperdagangkan berupa efek. Umumnya kita dengar adalah jual beli saham, bisa saham dalam negeri maupun luar. Jadi aset dasar yang diperdagangkan adalah saham perusahaan. Sifatnya high risk high return. Investor tidak memegang fisik barang. Misalnya investasi saham pada komoditi emas, maka ‘kertas kontrak’ saja yang jadi bukti kepemilikan sahamnya.

Pasar Sektor Riil
Biasanya di bursa juga.
Modal/saham investorĀ  ditanamkan ke proyek riil. Misalnya untuk membangun monorel,dll. Aset dasarnya lebih ‘keliatan’. Karena itu cenderung low-high risk low-high gain. Resiko sedikit lebih rendah dari saham bursa tapi hasil potensial tinggi.

Produk-produk pasar ‘tidak nyata’ ini porsinya cenderung lebih besar dan lebih cocok untuk investasi dibanding perdagangan konvensional.

Karena sangat besar kaitan antara tipe pasar dan sifatnya dengan aset dasar yang diperdagangkan, maka hal ini dapat menjadi acuan pertimbangan cepat untuk memutuskan sebuah investasi layak atau tidak.

Investorlah yang berperan proaktif menemukan ‘kesesuaiannya’. Karena mendasarkan danĀ  mengharapkan lindung nilai misalnya jaminan syariah, dsb dari sebuah lembaga tertentu dalam pengambilan keputusan investasi adalah juga ketidakpastian. Mengapa?

Coba kita bedah kronologisnya (kurang lebih):

1. Sebuah manajemen akan membuka perusahaan investasi

2. Perusahaan ini mendatangi otoritas, dan lembaga-lembaga terkait dan memaparkan visi dan misinya untuk memperoleh ijin. Di tahap ini apapun niatnya, bagaimana skema yang dijalankannya nanti hanya Tuhan dan manajemen itu yang tau.

3. Setelah pemaparan dan secara teori layak ijin dan sesuai syariah, maka keluarlah ijin dan sertifikat halal, misalnya

4. Dalam pelaksanaan ‘teorinya’ di lapangan itu hal yang tidak mungkin diawasi secara hari per hari.

5. Berbekal ijin dan sertifikat, ditawarkan pada calon investor (biasanya ritel). Saat pemaparan kembali visi misinya (yang bisa saja berubah), maka investor yang harus netral mempertimbangkan, tanpa diawali prasangka baik maupun buruk. Yang realistis saja.

Keputusan memang seharusnya tanggung jawab investor sebagai pemeran utamanya.

Perusahaan investasi sebaiknya juga jangan berlindung dibalik kalimat yang terkenal ini: “Namanya juga investasi kadang untung kadang buntung”.

Nah, jadi untuk mengenali secara cepat investasi yang layak, maka tips mudahnya antara lain:

1. Karena adanya perbedaan tipe pasar maka lembaga atau otoritas yang mengeluarkan ijin juga berbeda. Perhatikan baik-baik ijinnya, apakah perdagangan, investasi, dll.

2. Posisikan diri sebagai penjual untuk memperkirakan siapa pasarnya, kemana dan seberapa luas segmennya.

3. Analisa singkat ttg kecocokan aset dasar dengan skema yang dipaparkannya. Ibaratnya aset dasar itu akan jadi mesin uang/investasinya. Cocokkah kinerja mesinnya dengan hasil yang dijanjikan??

4. Yang ini khusus bagi perusahaan investasi yang masih baru alias yang berpotensi abal-abal. Ini bisa sedikit memperlihatkan keseriusan dan komitmen pengelolanya. Tapi kalau dituliskan nanti mereka baca dan membuat ‘hedging’ hehehe.

Eh tapi beneran ini berdasarkan kisah nyata. Cuma ya itu nanti ada yang baca terus dibuatlah ‘penangkal’nya. Jadi biarlah tetap rahasia saja yang dibawa sampai ke alam …..

@#@##
@#
@#
@
#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: