Pentingnya Bank Kustodian

Sebagai Investor Reksadana Pemula, selain mindset, kondisi psikologi dan profil keuangan, karakter Manajer Investasi, maka ada satu komponen yang juga harus dicermati yaitu pemilihan bank kustodian. Apalagi bagi Investor ritel (baca: small cap).

Setelah menentukan apakah ingin reksadana syariah atau konvensional dan telah ‘menemukan’ Manajer Investasi’ yang cocok, maka selanjutnya memilih bank kustodiannya. Pilihlah bank kustodian yang paling memudahkan transaksi jangka panjang dari sudut pandang investor masing-masing. Karena tidak semua bank yang bertindak sebagai bank/agen penjual juga menjadi bank kustodian. Bedakan ya antara bank yang berfungsi sebagai agen penjual reksadana dengan bank kustodiannya…

Selain membeli reksadana pada bank yang menjadi agen penjualnya, bisa juga langsung membeli ke perusahaan manajemen aset reksadana yang diinginkan. Tapi biasanya perusahaan ini kantor cabang terbatas. Yang paling ideal tentu saja adalah jika menemukan bank kustodian yang berfungsi sekaligus sebagai agen penjual produk reksadana pilihan investor dari Manajer Investasi yang diinginkan. Tentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

    Membeli reksadana langsung ke Manajer Investasi

Karena reksadana adalah produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi, maka kelebihan membeli langsung ini tentunya investor ‘bisa/lebih mungkin’ mendapatkan penjelasan sedetil mungkin mengenai reksadana yang diinginkan. Kekurangannya, selain kantor yang terbatas, proses pembelian hingga mendapatkan bukti kepemilikan relatif lebih lama. Kok bisa, bukannya ini langsung membeli ke penjualnya?

Nah mengenai hal ini sudah dijelaskan pada tulisan Strategi Memilih Reksadana sebelumnya bahwa kontrak (individu) reksadana itu bukan dengan Manajer Investasi tapi dengan Bank Kustodian. Karena itulah mengapa memilih bank kustodian juga penting. Bank kustodian inilah yang melakukan fungsi administratif reksadana. Jadi tanyakan/perjelas kelengkapan administrasi yang menjadi syarat berinvestasi di reksadana, misalnya mengenai npwp.

Manajer Investasi setelah menerima pengajuan pembelian dari Investor akan meneruskannya ke bank kustodian untuk ditindaklanjuti secara administrasi. Jika profil investor ‘dipandang layak’ (baca: investor low-risk) oleh bank kustodian maka akan diproses oleh bank tersebut dan selanjutnya diberikan bukti kepemilikan.

    Membeli reksadana ke bank/agen penjual

Jika bank agen ini juga merupakan bank kustodian dari produk reksadananya maka prosesnya akan lebih cepat. Selain itu ke depannya, meminimalkan kesulitan akses jika agennya sudah resign Tapi jika bukan bank kustodian produk reksadananya, cenderung lebih ribet lagi kayaknya ya🙂. Karena harus diteruskan lagi ke Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

Dengan melihat peran bank kustodian, maka sudah tahu khan mengapa memilih bank kustodian juga penting di awal investasi reksadana kita?

Baca Juga :

20121231-202102.jpg
  • Memilih Reksadana Yang Tepat
  • Strategi Jitu Minim Risiko Berinvestasi ReksadanaKunci
  • Kunci Rahasia Reksadana
  • Tagged: ,

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: