Satu Keranjang Atau Banyak Keranjang?

Secara prinsip, (mungkin) pebisnis bisa kita kategorikan menjadi dua tipe yaitu pertama tipe yang sukses dengan pola satu keranjang dan tipe kedua sukses dengan pola banyak keranjang. Secara praktis, pola ini bisa kita contohkan pada bisnis saham. Yang berpola satu keranjang menempatkan seluruh atau sebagian besar sahamnya pada sebuah perusahaan saja. Sedangkan yang berpola banyak keranjang menempatkan sejumlah tertentu sahamnya pada beberapa perusahaan

Pola “satu keranjang” ini diterapkan oleh pebisnis Warren Buffet. Dan terbukti sukses.
Tapi pola seperti ini memerlukan sumber daya dan sistem yang “berenergi besar”. Untuk tahap awal berbisnis mungkin agak sulit.

Sebenarnya bagaimana menemukan pola yang cocok dengan diri kita sehingga tetap bisa merangkum dan merangkul banyak kepentingan alias mencapai (mendekati) kondisi ideal? Mari kita coba memetakan berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan akan sumber daya ( salah satunya adalah tim eksekutif, yang akan menjadi bagian dari sistem ) dan sistemnya sendiri.

Mungkin untuk lebih mudahnya kita contohkan langsung dengan “keranjang” dunia nyata alias kantong-kantong belanjaan ibu-ibu🙂, dan pengelolaan file pada komputer.

  • Satu Keranjang

Bayangkan ibu ke pasar dengan membawa satu keranjang untuk menampung berbagai jenis belanjaan dengan kategori berbeda, misalnya bahan makanan dan bahan yang mengandung detergen. Karena kedua kategori ini seharusnya atau sebaiknya tidak bercampur maka dengan hanya satu keranjang atau kantong mungkin agak repot. Kita harus ekstra hati-hati membawanya supaya barang yang di dalamnya tidak saling tumpang tindih. Apalagi kalau tiap kategori jumlahnya banyak, kemungkinan satu keranjang tidaklah cukup. Artinya lagi jika hanya bermodalkan satu kantong, keliatannya harus bolak balik ya ke pasarnya untuk memenuhi kebutuhan🙂. Menggunakan waktu lebih banyak.

Kalau hal ini kita analogikan ke file-file di komputer, mungkin kurang lebih seperti menyatukan file sistem dan file aplikasi dalam sebuah hardisk tanpa partisi. Alhasil kinerja jadi lambat karena proses scanning awal untuk menjalankan komputer yang seharusnya lebih fokus ke file sistem menjadi agak “terganggu” dengan hal yang sifatnya sekunder. Yang artinya salah satu trouble kemungkinan bisa menyebabkan gangguan keseluruhan. Akibatnya ada waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikan proses scanning awal itu. Butuh sistem (salah duanya adalah memori dan prosessor) yang berspesifikasi tinggi untuk menanganinya. Tentu telah sama-sama kita ketahui kombinasi prosessor dan memori seperti ini menjadikan harga sebuah perangkat komputer menjadi mahal. Untuk menjadi mahal dengan kinerja unggul tentulah memori dan prosessornya adalah pilihan yang teruji ( sistem dan tim yang menjalankannya ).

  • Banyak Keranjang ( atau lebih dari satu keranjang)

Kalau keranjangnya banyak tentu membutuhkan tenaga pembawa yang juga banyak. Tapi di sisi lain distribusi lebih merata. Dan terutama energi pembawa keranjang-keranjang tersebut bisa disesuaikan.

Demikian pula dengan penempatan file sistem dan file aplikasi dalam sebuah hardisk yang dipartisi, terpisah, jika ada gangguan pada salah satunya, yang lain masih bisa memberikan sumbangsih terhadap kinerja keseluruhan. Ibarat perusahaan induk dan anak perusahaannya, jika salah satu mismanajemen, yang lain masih memiliki energi yang bisa digunakan. Seperti sebuah negara yang memiliki propinsi, kabupaten, kecamatan, dan seterusnya.

Untuk tipe pertama karena lebih menekankan pada kontrol ekstra ketat maka diri pribadinya dan sistemnya terutama tim eksekutifnya benar-benar yang terlatih dan teruji, dengan pengalaman jam terbang dan keilmuan yang mestinya luar biasa. Jika sistemnya berhasil pada akhirnya bisa terbentuk kombinasi kemudahan kontrol dan penemuan masalah yang lebih cepat. Nah penyelesaian masalah untuk tipe ini di awal-awal mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding yang terbagi ke dalam beberapa keranjang. High gain high risk. Tipe master.

Untuk tipe kedua, lebih bisa diterapkan secara umum dan untuk tahapan memulai bisnis. Tipe ini di awal-awal harus kuat dalam hal jaringan dan sistem yang semakin disempurnakan. Jadi beban dan tentunya juga perolehan lebih terdistribusi, satu paket. Tipe ini lebih cepat dalam mengidentifikasi masalah dan menemukan solusinya.

Tapi tidak tertutup kemungkinan juga tipe kedua meningkat menjadi tipe pertama tapi tetap memiliki warna tipe kedua. Yah kalau analogi keranjangnya, menempatkan banyak belanjaan di banyak keranjang🙂. Jadi perusahaannya ada yang berkarakter satu keranjang dan yang lebih dari satu keranjang, seiring berjalannya waktu menyempurnakan sistem dan jaringannya.

Jadi kesimpulannya sebenarnya kembali pada tipe kepribadian pebisnisnya. Dengan menghitung kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, lama kelamaan akan menemukan yang paling tepat.

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: