Salah Satu Rahasia Appraiser Bank

Salah Satu Rahasia Appraiser

Dalam memutuskan untuk membeli sebuah properti, harga adalah salah satu faktor yang menentukan.Tapi bagaimanakah caranya memperkirakan harga properti yang kita inginkan itu mahal,wajar, atau murah? Umumnya kita sering menggunakan jasa Appraiser perbankan atau yang independen. Ini dikenakan biaya yang sebenarnya relatif tidak mahal (tergantung jumlah propertinya he3x).Apakah untuk keakuratan harganya harus bergantung pada penilaian mereka?

Bagaimana seandainya kita belum ingin menggunakan fasilitas KPR?

Biasanya kalau memakai jasa Appraiser,mereka akan meminta dokumen2 berupa sertipikat untuk mengetahui legalitas kepemilikan, lokasi dan luas tanahnya. Selain itu ada IMB untuk mengetahui umur dan material bangunan(penyusutannya).Dan yang tak kalah penting adalah SPPT/PBB untuk mengetahui NJOP dan kelas tarif zona tanah tersebut(komponen bumi)—versi pemerintah daerah.Dari ketiga dokumen ini mereka memberikan harga taksirannya.

Nah bagaimana kalau kita sendiri yang notabene masih amatir ingin mencoba ‘menaksir’ harga properti incaran kita utk tujuan investasi/bisnis,apakah bisa akurat atau minimal sesuai harga realita properti itu? Paling tidak kesimpulan harga itu meyakinkan diri kita telah memperoleh harga wajar? Bagaimana jika penjual enggan memberikan foto copy dokumennya utk dibawa ke Appraiser?

Sebagai amatiran, kita bisa ‘meminjam cara/ilmu’ yang digunakan Appraiser bank dengan cukup meminta kesediaan penjual memperlihatkan dokumen2nya dan mencatat luas tanah, thn IMB dan NJOP nya.Atau hapalin dalam hati kalau ingatan hatinya kuat he3x. Trus pamit deh,karena sudah mau ‘berhitung’. Nah,sebelum meninggalkan TKP(tempat/kedudukan Properti), perhatikan “ukuran/lebar jalan” di depannya.Ini salah satu “rahasia” itu.Kenapa? Karena akan sangat menentukan “jenis2 usaha” apa saja yang layak dibuka di posisi tersebut, apakah lokasi itu masih dapat berkembang atau tidak. Yang berarti juga “memperlihatkan nilai” lokasi tersebut baik saat sekarang maupun yang akan datang.Hal ini relatif kurang sesuai utk menaksir harga perumahan kluster ya,krn peruntukannya sdh jls sbg hunian.

Cth: Ada sebuah bangunan dlm hal ini rumah atau masih berupa tanah tapi letaknya bukan di jalan protokol,melainkan di jalan alternatif saja.Jadi saat2 tertentu bisa ramai.Cara yg lumayan cepat utk mendapatkan ‘harga kotor’ dari lokasi ini setelah mengetahui harga NJOPnya adalah melihat lebar jalannya kemudian membuat daftar jenis2 usaha yg mgkn dilakukan di lokasi tsb.Nah akan ada gambaran masa depan investasi kita.Dgn menambahkan daftar kelebihan dan kekurangan yang terlihat saat ini,akan kita peroleh harga yang relatif ‘wajar’.Rumus sederhananya : NJOP dikali sebuah ‘nilai pengali’yg merangkum kelebihan n kekurangannya. Bagaimana menentukan nilai pengali itu?? Secara umum tapi ga mutlak ya…kalau properti itu hanya sebagai hunian maka harga kompromi adlh NJOP dikali ‘2’,maksimal 3.Sekali lg ini khusus yg sifatnya hunian dan pembelinya tidak mempertimbangkan nilai emosional dan historis objeknya. Tapi kalau lokasi tsb selain sbg hunian jg bs berfungsi ekonomi,maka nilai pengalinya minimal 3. Kalau jenis usaha yg cocok lebih banyak maka tdk tertutup kemungkinan berkali2 lipat NJOPnya.

Di atas segalanya, pastinya adalah doa supaya diberikan yang “tepat dan menguntungkan” jangka panjang.Jadi ga semata2 hitungan di atas kertas ya…Selamat berinvestasi!! Silakan kalo ada tambahan pendapat..an, ditunggu buat nambah2 ilmu.

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: