Menjalani Ketidakpastian Menuju Kepastian

Adalah manusiawi jika terjadi kenaikan harga atau upah maka akan timbul penolakan dari salah satu pihak. Seperti yang sedang hangat-hangatnya perseteruan antara pengusaha dan buruh setelah gubernur baru DKI Jakarta menyetujui kenaikan UMP sebesar Rp. 2,2 juta/bulan tahun depan.

Bagi pihak yang keinginannya terpenuhi dalam hal ini para buruh, tentu merasa itulah keadilan, kepantasan, dll. Sementara bagi pengusaha itu memberatkannya.

Bagaimana sebenarnya menyimpulkan bahwa penetapan itu memenuhi rasa keadilan atau mendekati rasa keadilan bagi kedua pihak? Mungkin jawaban/seleksi alam yang bisa membantu memberikan keadilannya.

Untuk mengakhiri ketidakpastian ini maka nampaknya para pengusaha harus menjalaninya agar lebih cepat mencapai kepastian bahwa sanggupkah mereka memenuhi upah minimum tersebut atau tidak.
Para buruh pun dengan kualitasnya yang pasti berbeda-beda juga akan lebih cepat melewati titik ketidakpastian ini dengan bantuan alam melalui seleksinya.

Jadi kedua belah pihak suka atau tidak suka akan mendapatkan kepantasannya masing-masing dengan menjalaninya. Perpindahan dari ketidakpastian menuju kepastian inilah yang membuat roda perekonomian berputar dan akan mengangkat atau menggilas sesuai kepantasan masing-masing.

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: