Jangan Meminang Di atas Pinangan Saudaramu

Dalam masalah perjodohan, menikah, agama melarang kita meminang seseorang yang masih dalam masa pinangan orang lain sebelum ada keputusan “tetap” dari sang pinangan.

Begitupula halnya dalam berbisnis. Dalam dunia bisnis sering sekali kita temukan seseorang atau —– dalam lingkup yang lebih besar lagi—– sebuah perusahaan melakukan penawaran kepada pelanggan yang telah sementara akan memutuskan pemesanan dan pembelian dari perusahaan lain, dengan iming-iming harga yang lebih murah.

Secara bisnis mungkin sepertinya tidak ada masalah karena toh memang berlaku seleksi alam, tapi secara etika tentu hal seperti ini jika kita kembalikan pada diri kita atau bertukar posisi dengan “pihak kedua ” tersebut di atas, tidak kita inginkan terjadi.

Demikian pula pelanggan hendaknya juga menerapkan etika berbisnis yang memungkinkan solusi ” win-win” bagi semua pihak.

Contoh yang paling sering terjadi adalah misalnya seorang karyawan sebuah perusahaan menawarkan barang yang sama dari perusahaan lain, dengan harga yang lebih murah kepada pelanggan tetap perusahaan tempatnya bekerja. Bagi si karyawan mungkin karena mencari keuntungan lebih dan bagi pelanggan tentu mencari harga yang lebih murah.

Hal ini dapat memicu “pengkhianatan” bisnis, yang ujung akibatnya akan kembali pada “pelaku”.

Mari kita sama-sama menghidupkan spiritual bisnis, seperti nasehat kultwit dari @yusuf_mansur. Lebih jelasnya coba deh ikuti wisata twitternya.

Posted via DraftCraft app

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: