Desain Rumah Go Green, Aman, Cantik, dan Sehat

Bukan hanya wanita yang harus cantik dan sehat, tapi rumah pun yang menjadi tempat berteduh makhluq cantik ini🙂, selain memiliki nilai estetika yang tinggi, juga harus bisa memberikan suasana yang mendukung keamanan dan kesehatan penghuninya baik internal maupun lingkungan eksternalnya.

Untuk memperoleh semua itu hal paling mendasar yang harus kita sadari adalah bagaimana hidup serasi dengan alam, yang bisa kita terapkan selain dari makanan juga pada desain rumah kita.

Konsep-konsep yang bisa digunakan dalam desain rumah sehat tersebut adalah :

  • Hemat Energi

Hemat energinya bisa dalam hal penghematan energi listrik dan air. Dengan konsep hemat energi ini bukan berarti keadaan rumah menjadi pengap, gelap, kotor, dsb. Desain rumah kita bisa dibuat memiliki banyak bukaan yang bisa berupa jendela, void yang tanpa atap atau yang “skylight”, atau dinding (bagian dalam) yang tidak masif misalnya yang terbuat dari bambu,dll. Maka pada siang hari kita mengoptimalkan energi matahari sebagai penerang dan hembusan angin sebagai pendingin ruangan.

Untuk keamanannya, selain menggunakan teralis, juga bisa dengan bermain pada desainnya sendiri misalnya untuk skylightnya bisa dari bahan fiber bening atau tetap menggunakan kaca dan sejenisnya tapi penataan/posisinya bisa disebar/terpecah-pecah dengan ukuran yang telah diperhitungkan (agar tidak dapat dilewati ukuran tubuh manusia–pertimbangan keamanan). Demikian pula dengan desain jendelanya. Intinya mengutak-atik bahan, bentuk dan ukuran bukaannya, dengan tetap mempertimbangkan estetikanya. Silakan eksplorasi bentuk, material, dll.

Selain hal tersebut di atas, konsep go green nya bisa juga diterapkan pada atap yang dijadikan taman, yang kita kenal dengan roof garden, selain memberikan ruang hijau juga secara ekologis menurunkan suhu udara dan mengurangi pencemaran.

  • Efisiensi Material Bangunan dan Penataan Ruang

Memilih material bangunan atau bahan pendukung seperti cat tembok yang ramah lingkungan, dll. Dan untuk bagian-bagian tertentu, bahan bekas pakai jika masih layak pun bisa kita gunakan kembali untuk efisiensi.

Untuk efisiensi ruang tanpa mengurangi jumlah kebutuhan(apalagi jika lahan benar-benar terbatas) bisa dengan menyatukan area yang fungsinya tidak jauh berbeda, dengan hanya menggunakan partisi semi permanen misalnya partisi model lipat untuk ruang tamu dan ruang keluarga, atau menyatukan pantry dan ruang makan sehingga kita tetap bisa menyediakan area hijau di dalam rumah misalnya sedikit lahan untuk taman vertikal

Dengan memadukan konsep hemat energi, efisiensi lahan/ruang, material ramah lingkungan ini diharapkan kita dapat lebih siap menghadapi pemanasan global dan tetap dapat melestarikan lingkungan untuk hidup yang lebih harmonis dengan alam.

Dan yang tak kalah penting (mendesak) penerapannya adalah pembuatan biopori pada bidang tanah yang harus “disisakan” baik internal maupun eksternal bangunan sebagai antisipasi maraknya pembangunan di sekitar yang cenderung tidak memperhatikan masalah amdalnya. Untuk detail pembuatan biopori ini bisa digugel atau ke http://www.biopori.com (ini link juga hasil dari gugel, silakan dibuka sendiri ya🙂 )

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: